Paspor Ditolak, Mahasiswa Serang Gereja Di Sleman
(1) Jakarta
(23/2/2018), UBM NEWS - Penyerangan Gereja Santa Lidwina di Jalan Jambon Trihanggo
No. 3, Desa Trihanggo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta terjadi ketika
jemaat sedang menjalani ibadah misa pagi pada Minggu, 11 Februari 2018 pukul
07.30.
(2) Jakarta
(23/2/2018), UBM NEWS - Penyerangan Gereja Santa Lidwina di Jalan Jambon Trihanggo
No. 3, Desa Trihanggo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta terjadi ketika
jemaat sedang menjalani ibadah misa pagi pada Minggu, 11 Februari 2018 pukul
07.30.
Menurut
seorang saksi mata, pelaku yang diidentifikasii
bernama Suliyono (23) dan berstatus sebagai mahasiswa masuk lewat pintu depan dan langsung menuju
atar dengan membawa pedang yang kemudian digunakan untuk melukai pemimpin
ibadah misa yaitu Romo Prier Sj.
(3) Jakarta
(23/2/2018), UBM NEWS - Penyerangan Gereja Santa Lidwina di Jalan Jambon Trihanggo
No. 3, Desa Trihanggo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta terjadi ketika
jemaat sedang menjalani ibadah misa pagi pada Minggu, 11 Februari 2018 pukul
07.30.
Menurut
seorang saksi mata, pelaku yang diidentifikasi
bernama Suliyono (23) dan berstatus sebagai mahasiswa masuk lewat pintu depan
dan langsung menuju atar dengan membawa pedang yang kemudian digunakan untuk melukai
pemimpin ibadah misa yaitu Romo Prier Sj.
Setelah ditelusuri oleh pihak berwajib, pelaku penyerangan yaitu Suliyono diketahui pernah mengikuti beberapa paham teroris di Sulawesi tengah, Poso, dan Megelang. Hal ini membuat Suliono memiliki cara berpikir yang berbeda dan membuatnya berani untuk melakukan penyerangan.
Penyerangan Gereja Santa Lidwina ini juga merupakan bentuk kekesalan akibat tidak terealisasikannya permintaan pembuatan paspor Suliono untuk ke Suriah oleh pihak imigrasi Yogyakarta karena alasan kelengkapan dokumen.
Setelah ditelusuri oleh pihak berwajib, pelaku penyerangan yaitu Suliyono diketahui pernah mengikuti beberapa paham teroris di Sulawesi tengah, Poso, dan Megelang. Hal ini membuat Suliono memiliki cara berpikir yang berbeda dan membuatnya berani untuk melakukan penyerangan.
Penyerangan Gereja Santa Lidwina ini juga merupakan bentuk kekesalan akibat tidak terealisasikannya permintaan pembuatan paspor Suliono untuk ke Suriah oleh pihak imigrasi Yogyakarta karena alasan kelengkapan dokumen.
(4) Jakarta
(23/2/2018), UBM NEWS - Penyerangan Gereja Santa Lidwina di Jalan Jambon Trihanggo
No. 3, Desa Trihanggo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta terjadi ketika
jemaat sedang menjalani ibadah misa pagi pada Minggu, 11 Februari 2018 pukul
07.30.
Menurut
seorang saksi mata, pelaku yang diidentifikasi
bernama Suliyono (23) dan berstatus sebagai mahasiswa masuk lewat pintu depan
dan langsung menuju atar dengan membawa pedang yang kemudian digunakan untuk melukai
pemimpin ibadah misa yaitu Romo Prier Sj.
Setelah ditelusuri oleh pihak berwajib, pelaku penyerangan yaitu Suliyono diketahui pernah mengikuti beberapa paham teroris di Sulawesi tengah, Poso, dan Megelang. Hal ini membuat Suliono memiliki cara berpikir yang berbeda dan membuatnya berani untuk melakukan penyerangan.
Penyerangan Gereja Santa Lidwina ini juga merupakan bentuk kekesalan akibat tidak terealisasikannya permintaan pembuatan paspor Suliono untuk ke Suriah oleh pihak imigrasi Yogyakarta karena alasan kelengkapan dokumen.
Setelah ditelusuri oleh pihak berwajib, pelaku penyerangan yaitu Suliyono diketahui pernah mengikuti beberapa paham teroris di Sulawesi tengah, Poso, dan Megelang. Hal ini membuat Suliono memiliki cara berpikir yang berbeda dan membuatnya berani untuk melakukan penyerangan.
Penyerangan Gereja Santa Lidwina ini juga merupakan bentuk kekesalan akibat tidak terealisasikannya permintaan pembuatan paspor Suliono untuk ke Suriah oleh pihak imigrasi Yogyakarta karena alasan kelengkapan dokumen.
Dari
kejadian ini, diketahui selain Romo Prier yang menjadi korban pada saat sedang
memimpin misa, terdapat tiga umat lain dan salah satu polisi yang juga menjadi
korban penyerangan yaitu Budjiono, Yohanes dan Parmadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar