Sabtu, 24 Februari 2018

Paspor ditolak, Mahasiswa Serang Gereja di Sleman

Paspor Ditolak, Mahasiswa Serang Gereja Di Sleman
(1)   Jakarta (23/2/2018), UBM NEWS - Penyerangan Gereja Santa Lidwina di Jalan Jambon Trihanggo No. 3,  Desa Trihanggo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta terjadi ketika jemaat sedang menjalani ibadah misa pagi pada Minggu, 11 Februari 2018 pukul 07.30.

(2)   Jakarta (23/2/2018), UBM NEWS - Penyerangan Gereja Santa Lidwina di Jalan Jambon Trihanggo No. 3,  Desa Trihanggo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta terjadi ketika jemaat sedang menjalani ibadah misa pagi pada Minggu, 11 Februari 2018 pukul 07.30.

Menurut seorang saksi mata,  pelaku yang diidentifikasii bernama Suliyono (23) dan berstatus sebagai mahasiswa  masuk lewat pintu depan dan langsung menuju atar dengan membawa pedang yang kemudian digunakan untuk melukai pemimpin ibadah misa yaitu Romo Prier Sj.

(3)   Jakarta (23/2/2018), UBM NEWS - Penyerangan Gereja Santa Lidwina di Jalan Jambon Trihanggo No. 3,  Desa Trihanggo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta terjadi ketika jemaat sedang menjalani ibadah misa pagi pada Minggu, 11 Februari 2018 pukul 07.30.

Menurut seorang saksi mata,  pelaku yang diidentifikasi bernama Suliyono (23) dan berstatus sebagai mahasiswa masuk lewat pintu depan dan langsung menuju atar dengan membawa pedang yang kemudian digunakan untuk melukai pemimpin ibadah misa yaitu Romo Prier Sj.

Setelah ditelusuri oleh pihak berwajib, pelaku penyerangan yaitu Suliyono diketahui pernah mengikuti beberapa paham teroris di Sulawesi tengah, Poso, dan Megelang. Hal ini membuat Suliono memiliki cara berpikir yang berbeda dan membuatnya berani untuk melakukan penyerangan.

Penyerangan Gereja Santa Lidwina ini juga merupakan bentuk kekesalan akibat tidak terealisasikannya permintaan pembuatan paspor Suliono untuk ke Suriah oleh pihak imigrasi Yogyakarta karena alasan kelengkapan dokumen.

(4)   Jakarta (23/2/2018), UBM NEWS - Penyerangan Gereja Santa Lidwina di Jalan Jambon Trihanggo No. 3,  Desa Trihanggo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta terjadi ketika jemaat sedang menjalani ibadah misa pagi pada Minggu, 11 Februari 2018 pukul 07.30.

Menurut seorang saksi mata,  pelaku yang diidentifikasi bernama Suliyono (23) dan berstatus sebagai mahasiswa masuk lewat pintu depan dan langsung menuju atar dengan membawa pedang yang kemudian digunakan untuk melukai pemimpin ibadah misa yaitu Romo Prier Sj.

Setelah ditelusuri oleh pihak berwajib, pelaku penyerangan yaitu Suliyono diketahui pernah mengikuti beberapa paham teroris di Sulawesi tengah, Poso, dan Megelang. Hal ini membuat Suliono memiliki cara berpikir yang berbeda dan membuatnya berani untuk melakukan penyerangan.

Penyerangan Gereja Santa Lidwina ini juga merupakan bentuk kekesalan akibat tidak terealisasikannya permintaan pembuatan paspor Suliono untuk ke Suriah oleh pihak imigrasi Yogyakarta karena alasan kelengkapan dokumen.

Dari kejadian ini, diketahui selain Romo Prier yang menjadi korban pada saat sedang memimpin misa, terdapat tiga umat lain dan salah satu polisi yang juga menjadi korban penyerangan yaitu Budjiono, Yohanes dan Parmadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar